Semalam aku bermimpi makan bareng SNSD.
Ceritanya, mereka habis konser, terus nggak tau gimana kami makan bareng di sebuah rumah. Di sana ada aku, Desy, dan banyak orang lain.
Aku cepet-cepet menghabiskan makananku, lalu minta tolong Tiffany untuk berfoto denganku (sebelum yang lain selesai makan dan minta foto dengannya).
Berikut adalah percakapan kami.
Aku : Bolehkah aku berfoto denganmu?
Tiffany : Tentu saja.
(Lalu kami berjalan ke semacam pendopo di bagian belakang rumah.)
Tiffany : Biasanya ketika berfoto, pose cowok hanya seperti ini, seperti ini (sambil memeragakan beberapa pose).
Aku : Oh.. Tentu aku akan menggunakan pose-pose yang lain.
(Lalu kami berfoto dengan pose yang aneh-aneh. Aku minta tolong Desy untuk memotret kami.)
Adegan itu berlangsung dengan canda tawa dan dalam bahasa Inggris, tapi aku lupa gimana aku mengatakannya dalam bahasa Inggris saat itu.
Setelah itu, aku ingin berfoto dengan Taeyeon, tapi aku berpikir, "Pasti banyak orang lagi foto sama mereka (karena mereka semua sudah selesai makan)".
Aku juga meminta Lauren melalui SMS untuk segera mengirim fotoku bersama (kalau tidak salah) Sooyoung lewat e-mail, karena akan terlalu lama jika aku harus ke lab mikro entah kapan untuk mengambil foto itu di laptopnya.
Saat bangun, aku sadar bahwa itu hanya mimpi, dan aku kecewa..
Memang aku adalah penggemar SNSD.
Kemaren sebelum tidur, waktu masih ngenet, aku mengganti header twitterku dengan gambar berikut ini :
Tiffany kemaren berulang tahun. Aku mendapatkan gambar ini di twitter (sepertinya bukan kue ulang taunnya beneran).
Sebelumnya, aku pake gambar ini sebagai headerku :
Ini adalah foto Tiffany ketika sedang melempar first pitch dalam pertandingan L.A. Dodgers.
Sebenarnya aku memasang gambar Tiffany bukan karena aku ngefans buanget sama dia. Kalau ditanya siapa anggota SNSD favoritku, aku bingung.
Aku memasang sebuah gambar sebagai header hanya karena gambar itu pas buat headerku. Pas dari segi ukuran, komposisi (warna dan letak setiap komponennya), dan aku menyukainya.
Karena menemukan gambar yang (menurutku) bagus dan di sisi lain aku sudah bosan dengan headerku yang sudah lama kupakai, kupakailah gambar pertama itu.
Aku pernah mau mengganti header "Tiffany's pitch" dengan gambar berikut :
Ini adalah iklan High Cut yang dibintangi oleh Seohyun dan Sooyoung.
Namun setelah mencoba memasangnya, ternyata gambar itu tidak pas.
Nah, mungkin gara-gara sebelum tidur aku memasang gambar "kue ulang tahun Tiffany", aku jadi mimpi makan bareng SNSD dan minta foto sama Tiffany.
Sebelumnya, aku pernah beberapa kali mimpi ketemu SNSD, seperti mimpi semobil dengan mereka, dan lain-lain (aku lupa apa aja). Dan selalu, endingnya aku kecewa karena itu cuma mimpi..
Sebenarnya, aku juga nggak terlalu berharap ketemu mereka sih. Itu adalah khayalan masa laluku dan sudah tidak kukhayalkan lagi.
Aku cuma pengen nonton konser mereka. Wajar kan kalo orang pengen nonton konser artis idolanya.
Tapi kalo ketemu beneran, ya pasti seneng lah.. Wong ketemu Irfan Bachdim sama Kim Jeffrey Kurniawan di MOG aja seneng, padahal aku nggak mengidolakan mereka.
Jadi, mungkin aku mimpi ketemu SNSD hanya karena aku adalah fan mereka.
Kalo ketemu beneran, tentu aku seneng. Oleh sebab itu, ketika sedang berada dalam mimpi aku ketemu mereka, aku seneng. Lalu ketika sadar bahwa ternyata itu hanya sebuah mimpi, aku kecewa.
Itulah nggak enaknya mimpi indah..
Jumat, 02 Agustus 2013
Selasa, 04 Juni 2013
LOVING NOONA
Noona adalah sebuah istilah dalam bahasa Korea yang merupakan panggilan laki-laki kepada kakak perempuan atau perempuan yang lebih tua (seperti mbak dalam bahasa Jawa).
Berikut ini adalah definisi noona menurut situs www.fanpop.com :"Noona is what boys say to an older girl,older woman or older sister."
Selama hidupku, aku telah beberapa kali menyukai seorang noona.
Jika kuamati, kebanyakan laki-laki memilih untuk menyukai perempuan yang seusia atau yang lebih muda dari dirinya.
Aku sendiri tidak pernah secara sengaja memilih untuk menyukai noona. Semua itu terjadi begitu saja. Aku tidak pernah tahu hatiku akan jatuh kemana, dan tiba-tiba dia jatuh kepada seorang noona.
Aku juga tidak hanya menyukai noona. Aku juga pernah menyukai perempuan yang seumuran dan yang lebih muda. Kalau dihitung, mungkin jumlah di antara ketiganya beda tipis.
Mencintai perempuan yang lebih tua. Jika kulihat dari orang-orang di sekitarku, hal ini menjadi sesuatu yang wow. Wow karena mereka seperti memandang bahwa itu merupakan hal yang aneh, nyeleneh, atau bahkan tabu.
Ketika seorang teman laki-laki menyukai perempuan yang seusia atau lebih muda, orang-orang bersikap biasa saja. Namun ketika dia menyukai perempuan yang lebih tua, orang-orang menanggapi, "Kamu suka kakak kelas?", "Kamu suka mbak itu?", dan sebagainya dengan ekspresi kaget dan heran.
Waktu SMA, aku pernah menyukai seorang kakak kelas dan ada seorang teman yang berkomentar, "Nggolek iku sing sakangkatan utowo adik kelas, ojo kakak kelas ..."
Di saat yang lain, seseorang pernah menyebutku hebat karena aku berpacaran dengan kakak tingkat.
Aku tidak tahu bagaimana asal mulanya hal itu dianggap aneh. Aku sendiri bersikap biasa saja karena aku sudah sering mengalaminya.
Beberapa buku bacaan Kristen yang kubaca memang mengatakan bahwa idealnya, seorang laki-laki berpasangan dengan perempuan yang berusia maksimal dua tahun di bawahnya. Hal ini disebabkan karena secara psikologis, wanita dua tahun lebih dewasa daripada pria yang seusia dengannya.
Tapi kalau menurutku sih selama nggak melanggar firman Tuhan dan selama keduanya cocok ya nggak masalah. Tapi itu menurutku lho ya..
Setelah kuingat-ingat, waktu kecil dulu aku merasa senang jika diperhatikan atau digoda oleh mbak-mbak. Beberapa momen bahkan masih kuingat hingga saat ini. Hal itu membuatku sedikit mengerti kenapa aku menyukai mbak-mbak.
Jika diminta, aku bisa menyebutkan mbak atau kak siapa saja yang pernah kusukai.
Tau reality show Running Man?
Di episode 15, ada adegan dimana Joongki menyukai Jihyo yang adalah seorang noona. Di episode 78, Kwangsoo menyukai Soohyun yang juga seorang noona.
Running Man selalu memberi kesan bahwa mencintai noona adalah hal yang indah. Aku selalu senang melihatnya karena aku merasa bahwa itu aku banget. Entah di Korea itu merupakan hal biasa atau bagaimana, aku juga tidak tahu.
Bersedia loving noona atau tidak, terserah. Namun aku akan merasa senang jika (di sini) loving noona dianggap sebagai hal yang biasa atau bahkan hal yang indah.
Singkong Keju
Aku pertama kali makan makanan ini saat SMA di rumah tanteku.
Aku langsung jatuh cinta padanya setelah mencicipinya.
Saat itu, kukira singkongnya memang diberi keju sehingga rasanya menjadi sedemikian gurih.
Suatu hari, temanku mengajakku membeli singkong keju di dekat Stadion Gajayana.
Saat itu, dia berkata bahwa sebenarnya singkongnya tidak diberi keju tetapi yang membuat rasanya gurih adalah karena singkong yang digunakan adalah singkong jenis tertentu.
Tahun demi tahun berlalu, aku tetap penasaran terhadap singkong keju.
Apa yang membuat rasanya begitu gurih?
Sesaat yang lalu, muncullah ide untuk mencari resepnya di internet.
Berikut ini adalah resep singkong keju yang kuperoleh di situs www.tempatonlineku.com.
=======================================================================
Aku langsung jatuh cinta padanya setelah mencicipinya.
Saat itu, kukira singkongnya memang diberi keju sehingga rasanya menjadi sedemikian gurih.
Suatu hari, temanku mengajakku membeli singkong keju di dekat Stadion Gajayana.
Saat itu, dia berkata bahwa sebenarnya singkongnya tidak diberi keju tetapi yang membuat rasanya gurih adalah karena singkong yang digunakan adalah singkong jenis tertentu.
Tahun demi tahun berlalu, aku tetap penasaran terhadap singkong keju.
Apa yang membuat rasanya begitu gurih?
Sesaat yang lalu, muncullah ide untuk mencari resepnya di internet.
Berikut ini adalah resep singkong keju yang kuperoleh di situs www.tempatonlineku.com.
=======================================================================
Resep Singkong Keju
(Resep singkong keju goreng)
Bahan Singkong Keju :
1 kg singkong, bersihkan dan potong sesuai selera
6 siung bawang putih, haluskan
2 sdm garam atau secukupnya
Air, secukupnya
1 sdt ketumbar bubuk (opsional bila suka)
Cara Membuat singkong keju goreng :
1. Goreng singkong yang sudah dibersihkan diatas api sedang dan minyak yang banyak sampai matang.
2. Setelah matang tiriskan singkong lalu rendam ke adalam air yang sudah
diberi bumbu bawang putih dan garam, bisa ditambah dengan ketumbar
kalau suka.
3. Rendam singkong sampai merekah.
4. Goreng kembali singkong yang sudah direndam air bumbu tadi sampai singkong garing dan crispy.
5. Tata singkong goreng di atas piring saji, kalau sobat onliners suka,
bisa juga dengan dipoles sedikit mentega lalu taburi keju parut.
(Resep singkong keju kukus)
Bahan Singkong Keju :
5 kg Singkong kupas ukuran sedang, bersihkan dan potong-potong
25 siung Bawang putih, haluskan
5 liter Air es / air dingin
Garam, secukupnya
2 1/2 sdm Baking powder double akting
4 sdm Margarin
1 liter Minyak goreng
Cara Membuat Singkong Goreng Keju :
1. Kukus hingga matang singkong yang sudah dikupas, dibersihkan dan dipotong-potong.
2. Masukkan bawang putih, baking powder dan garam dalam air es, aduk
sampai bumbu rata, setelah itu masukkan singkong yang sudah dikukus dan
diamkan selama kira-kira 45 menit.
3. Panaskan minyak goreng lalu tambahkan margarin.
4. Goreng singkong sampai berwarna kuning kecoklatan. Angkat, sajikan selagi hangat.
Untuk kurang lebih 75 potong Singkong Goreng Keju
=======================================================================
Ternyata bukan karena keju.
Ternyata bukan karena singkong tertentu.
Yang membuatnya gurih adalah karena dia direndam dalam air berisi bawang putih dan garam.
Ya sudah..
Jumat, 26 Oktober 2012
Wanita Memang Susah Dibuat Bahagia
Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika dibilang jelek disangka menghina.
Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis.
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng nolak (sambil ngomel, "Masak disamakan dengan cowok?!").
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bus malah cemberut (sambil ngomel, "Egois amat sih cowok ini... tidak punya perasaan...")
Jika ditanyakan siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang "ibunya", tapi kenapa ya lebih bangga jadi wanita karir... padahal ibunya adalah "ibu rumah tangga".
Bila kesalahannya diingatkan mukanya merah; bila diajari mukanya merah; bila disanjung mukanya merah; jika marah mukanya merah... Kok sama semua? Bingung!
Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam; ditanya tidak atau ya, jawabnya diam; ditanya ya atau ya, jawabnya diam; ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam; ketika didiamkan malah marah... (repot, kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
Dibilang ceriwis marah; dibilang berisik ngambek; dibilang banyak mulut tersinggung; tapi kalo dibilang supel, wadow seneng banget... padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk nggak senang, padahal maksud kita sehat gitu lho... Dibilang kurus malah senang, padahal maksud kita, "Kenapa elo jadi begini?".
Itulah wanita. Makin kita bingung, makin senang dia...
(Tulisan ini diambil dari humor buku renungan "Manna Sorgawi" edisi Januari 2007)
Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis.
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng nolak (sambil ngomel, "Masak disamakan dengan cowok?!").
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bus malah cemberut (sambil ngomel, "Egois amat sih cowok ini... tidak punya perasaan...")
Jika ditanyakan siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang "ibunya", tapi kenapa ya lebih bangga jadi wanita karir... padahal ibunya adalah "ibu rumah tangga".
Bila kesalahannya diingatkan mukanya merah; bila diajari mukanya merah; bila disanjung mukanya merah; jika marah mukanya merah... Kok sama semua? Bingung!
Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam; ditanya tidak atau ya, jawabnya diam; ditanya ya atau ya, jawabnya diam; ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam; ketika didiamkan malah marah... (repot, kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
Dibilang ceriwis marah; dibilang berisik ngambek; dibilang banyak mulut tersinggung; tapi kalo dibilang supel, wadow seneng banget... padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk nggak senang, padahal maksud kita sehat gitu lho... Dibilang kurus malah senang, padahal maksud kita, "Kenapa elo jadi begini?".
Itulah wanita. Makin kita bingung, makin senang dia...
(Tulisan ini diambil dari humor buku renungan "Manna Sorgawi" edisi Januari 2007)
Puisi 1
Ini adalah puisi yang aku buat waktu SMA. Waktu itu, aku punya
seorang temen baik. Setelah punya pacar, dia jadi sering ngurusi
pacarnya, sehingga aku jadi agak kesepian. Suatu hari, aku lagi nganggur
dan kesepian di rumah, kemudian nulis puisi ini..
Cinta, cinta
Kau buat orang bahagia,
kau buat pula orang berduka
Kau buat orang tertawa,
kau buat pula orang terluka
Kau buat orang berbunga,
kau buat pula orang kecewa
Kau buat orang berupaya,
kau buat pula orang putus asa
Cinta, cinta
Kau mabukkan jutaan insan
hingga lupa pada kawan
Perhatiannya kaualihkan
hingga aku merasa bosan
Berapa lagi akan kaumakan
hingga ku rasa tak berperan
Tidakkah engkau kasihan
melihat aku sendirian?
Cinta, cinta
Kutahu kau akan datang
hampiri diriku yang malang
Kau akan membawa tenang
hingga hatiku tak lagi berang
Sabar 'kan coba kugalang
kar'na derita akan menghilang
Bilamana sang cinta datang
'kan kusambut dirimu, Sayang!
Senin, 22 Oktober 2012
Tugas Pidato
Ini adalah pengalamanku waktu kelas 3 SMA. Suatu hari (aku lupa hari apa), guru Bahasa Indonesia ngasi pengumuman bahwa hari Sabtu depan, beliau ngadain tes pidato. Aku lupa kenapa, aku gak ngerjain tugas itu (bikin teks pidato, dsb.) sampai hari Jumat malem. Malem Sabtu, aku baru mikir mau pidato apa. Aku berpikir dan berpikir dan berpikir, tapi gak dapet ide mau pidato apa. Akhirnya, aku memutuskan untuk tidur.. Aku memohon kepada Tuhan supaya aku besok bisa dapet ide pidato.
Besok paginya, mulai bangun tidur, mandi, ganti baju, sampai sarapan, aku terus berpikir mau pidato apa, tapi masih gak nemu ide. Terus, seperti biasa, aku berangkat ke sekolah naik angkot. Waktu di angkot, tiba-tiba aku berpikir, "Kenapa aku gak pidato tentang nasionalisme aja?", karena saat itu, nasionalisme merupakan masalah yang bener-bener aku perhatikan dan aku orang yang sangat nasionalis. Aku pikir, pidato ini akan lebih mudah karena isi pidatoku bener-bener dari hati.
Aku jadi bersemangat buat memikirkan isi pidatoku. Sepanjang perjalanan ke sekolah, aku berpikir mau ngomong apa aja di pidato nanti. Aku bikin poin-poinnya di pikiranku dan aku inget-inget terus, karena nggak bisa nulis di angkot. Sesampainya di kelas, aku langsung buka binderku dan bikin catetan. Waktu itu pukul 06.30, sedangkan jam pelajaran mulai pukul 06.45, jadi aku hanya punya waktu 15 menit buat bikin catetan dan menghafalkannya. Yang membedakan catetanku dan catetan pidato temen-temen waktu itu, isi catetanku cuma poin-poin, sedangkan punya temen-temen berupa teks pidato. Catatan yang berupa poin-poin membuatku mudah untuk menghafalkannya.
Tibalah saatnya pelajaran Bahasa Indonesia. Bu Guru membuka kesempatan buat satu orang untuk maju duluan tanpa ditunjuk dan orang itu akan mendapatkan nilai tambahan. Beberapa orang angkat tangan, termasuk aku (saking semangatnya), tapi sayang, beliau tidak menunjukku. Hanya selang sedikit orang kemudian, tibalah giliranku. Aku berpidato dengan gembira dan bersemangat, bahkan sampai bisa membuat teman-temanku tertawa. Aku berhasil menyampaikan semua yang ingin aku sampaikan. Pidatoku hidup karena berasal dari hati dan aku sangat puas pada penampilanku.
Dari yang awalnya nggak tau mau pidato apa (bahkan sampai kurang dari dua jam sebelum pelajaran masih bingung) sampai akhirnya bisa pidato dengan memuaskan. Bagiku, itu adalah salah satu peristiwa luar biasa, salah satu penyertaan Tuhan yang luar biasa. Oleh sebab itu, aku terus mengingatnya sampai sekarang.
Jadi teman-teman, berdoalah ketika kamu mengalami kesulitan. Kalau kamu dapat tugas pidato, carilah topik yang bener-bener kamu sukai, bisa dari kerinduan hatimu, hobimu, dan sebagainya. Niscaya kamu akan lebih mudah dan enjoy dalam berpidato..
Besok paginya, mulai bangun tidur, mandi, ganti baju, sampai sarapan, aku terus berpikir mau pidato apa, tapi masih gak nemu ide. Terus, seperti biasa, aku berangkat ke sekolah naik angkot. Waktu di angkot, tiba-tiba aku berpikir, "Kenapa aku gak pidato tentang nasionalisme aja?", karena saat itu, nasionalisme merupakan masalah yang bener-bener aku perhatikan dan aku orang yang sangat nasionalis. Aku pikir, pidato ini akan lebih mudah karena isi pidatoku bener-bener dari hati.
Aku jadi bersemangat buat memikirkan isi pidatoku. Sepanjang perjalanan ke sekolah, aku berpikir mau ngomong apa aja di pidato nanti. Aku bikin poin-poinnya di pikiranku dan aku inget-inget terus, karena nggak bisa nulis di angkot. Sesampainya di kelas, aku langsung buka binderku dan bikin catetan. Waktu itu pukul 06.30, sedangkan jam pelajaran mulai pukul 06.45, jadi aku hanya punya waktu 15 menit buat bikin catetan dan menghafalkannya. Yang membedakan catetanku dan catetan pidato temen-temen waktu itu, isi catetanku cuma poin-poin, sedangkan punya temen-temen berupa teks pidato. Catatan yang berupa poin-poin membuatku mudah untuk menghafalkannya.
Tibalah saatnya pelajaran Bahasa Indonesia. Bu Guru membuka kesempatan buat satu orang untuk maju duluan tanpa ditunjuk dan orang itu akan mendapatkan nilai tambahan. Beberapa orang angkat tangan, termasuk aku (saking semangatnya), tapi sayang, beliau tidak menunjukku. Hanya selang sedikit orang kemudian, tibalah giliranku. Aku berpidato dengan gembira dan bersemangat, bahkan sampai bisa membuat teman-temanku tertawa. Aku berhasil menyampaikan semua yang ingin aku sampaikan. Pidatoku hidup karena berasal dari hati dan aku sangat puas pada penampilanku.
Dari yang awalnya nggak tau mau pidato apa (bahkan sampai kurang dari dua jam sebelum pelajaran masih bingung) sampai akhirnya bisa pidato dengan memuaskan. Bagiku, itu adalah salah satu peristiwa luar biasa, salah satu penyertaan Tuhan yang luar biasa. Oleh sebab itu, aku terus mengingatnya sampai sekarang.
Jadi teman-teman, berdoalah ketika kamu mengalami kesulitan. Kalau kamu dapat tugas pidato, carilah topik yang bener-bener kamu sukai, bisa dari kerinduan hatimu, hobimu, dan sebagainya. Niscaya kamu akan lebih mudah dan enjoy dalam berpidato..
Sabtu, 20 Oktober 2012
Kenapa Orang Beristri Cantik Bisa Selingkuh
Kenapa orang beristri cantik bisa selingkuh? Aku memikirkan hal ini sewaktu SMA. Ada banyak kejadian dimana orang berselingkuh padahal dia punya istri yang cantik. Saat itu, setiap kali mendengar kabar seperti itu, ibuku selalu berkata "Wong istrinya cantik kok selingkuh..". Kata-kata ibuku itu membuatku berpikir, "Kenapa orang beristri cantik bisa selingkuh?". Aku terus berpikir dan mencoba mengamati hal-hal yang terjadi dalam diriku untuk menemukan jawabannya. Dan inilah yang kutemukan..
Di sekolahku saat itu, ada seorang siswa yang berwajah cantik. Dia seangkatan denganku. Sewaktu kelas 1 dan 2, aku tidak mengenalnya. Saat kelas 2, dia sering berjalan melewati ruang kelasku karena jalan di depan kelasku merupakan salah satu jalan utama di sekolah. Setiap kali melihatnya, aku selalu terpesona oleh kecantikannya.
Saat kelas 3, ternyata dia sekelas denganku. Dia duduk di deret belakangku. Karena sekelas dan duduk berdekatan itulah akhirnya aku mengenalnya. Dia menjadi teman baikku di kelas dan kami sering sekali bercanda. Setelah sekian waktu berlalu, aku menyadari bahwa aku tidak lagi mengagumi kecantikannya. Aku berpikir, mungkin karena sudah sekian lama hidup bersama di kelas, aku jadi terbiasa dengannya, dan wajahnya pun tidak lagi membuatku terpesona. Wajahnya tetap cantik, namun aku tidak lagi terpesona.
Kalau aku yang hanya bertemu dengannya di sekolah saja bisa kehilangan ketertarikan, apalagi suami yang hidup serumah dengan istri selama bertahun-tahun. Hidup bersama istri dalam waktu yang begitu lama membuatnya sudah amat sangat terbiasa dengan wajah istrinya sehingga kecantikan istrinya tidak lagi membuat dirinya terpesona. Itulah sebabnya orang yang mempunyai istri cantik tetap bisa berselingkuh.
Itulah jawaban yang kutemukan. Mungkin itu bukan satu-satunya faktor, tapi itulah salah satunya..
Langganan:
Postingan (Atom)


